Jumat, 15 April 2016

Anak remaja sekarang

Memang terasa spele bila kaum pelajar sekarang sudah masuk pada zona pergaulan bebas. Pacaran, ciuman, minuman keras, nongkrong ga jelas, bahkan bisa saja nekat melakukan hubungan yang semestinya dilakukan oleh suami istri. Banyak hal dari penilitian saya pribadi dari mulai membaca buku hingga praktek observasi ke teman teman saya yang pernah mengalami hal serupa. Dan saya akan memberikan beberapa penyebab terjadinya hubungan liar dikalangan anak remaja .      
                    Buku Dwiky Noer yang berjudul '62 % Remaja SMP & SMA tidak Perawan, Cukupkah Sekedar Ucapan Prihatin dari Kita?' yang dipublish tanggal 04 May 2013 jam 07:25 WIB menggugah saya untuk menuliskan tulisan ini. Sebab rekan Dwiky Noer mengajak kita semua untuk membuat TULISAN untuk memperbaiki kondisi tersebut. Ia mengatakan di tulisannya : "Bagaimana jika mulai dari hal terdekat yang kita bisa, melalui TULISAN…. Saya percaya banyak orang-orang hebat di sini, di Kompasiana. Orang-orang yang masih peduli akan nasib dan masa depan remaja-remaja bangsa ini. Melalui merekalah saya berharap. Perbaikan bangsa ini tidak hanya bisa dilakukan melalui panggung politik dan birokrasi. Kita juga bisa turut serta dalam perbaikan bangsa dengan ikut ‘menyelamatkan’ generasi muda. Karena di tangan pemuda-pemudi lah  kelak bangsa ini berharap." Sungguh mulia ajakan rekan kompasianer Dwiky Noer, sungguh keterlaluan apabila kita tak tergerak untuk membuat TULISAN. Angka 62.7% adalah hasil survey yang dipublikasikan oleh Komisi Perlindungan Anak (KOMNAS-PA) di tahun 2012. Angka ini walaupun tidak persis benar (namanya juga survey) namun dipercaya fenomena remaja putri yang tidak lagi menganggap sakral masalah keperawanan sudah menjadi fenomena yang terjadi bukan hanya di kota-kota besar seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya saja, tetapi sudah sampai ke kota-kota kecil seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Menado, Kendari, Denpasar, Ambon, Kupang dan Jayapura. Sebagai orang tua kita tentu miris melihat fenomena ini, apalagi kalo sampai terjadi di anggota keluarga kita. Rasa marah, kesal, kecewa, bingung campur aduk menjadi satu. Sebagai orang tua kita akan disalahkan tidak becus mengurus anak, padahal kita merasa sudah sangat baik dan ketat mengawasi pergaulan anak-anak kita. Kita ingin anak-anak muda tumbuh dengan baik sebagaimana mestinya, usia pelajar yah sehari-harinya belajar, baik di rumah untuk informal maupun disekolah untuk formalnya. Bukan belajar sekaligus praktek tentang sex dengan lawan jenis sebagai persiapan supaya nanti malam pertama setelah menikah tidak grogi atau canggung lagi. Hal ini harus kita perhatikan baik-baik dan cegah jangan sampai terjadi lagi, karena bisa berakibat kehamilan di luar nikah, atau tertular penyakit kelamin. Untuk bisa mengatasi problem makin meningkatnya prosentase tidak perawan remaja SMP dan SMA, kita mesti mengetahui apa sebab-sebab dan alasan-alasan yang menyebabkan prosentase tersebut meningkat dari tahun ke tahun, sehingga strategi kita sebagai orang tua, pemerintah sebagai pengayom masyarakat bisa tepat dan tidak salah sasaran. Untuk lebih jelas dan lugasnya tentang sebab-sebab atau alasan-alasan banyak remaja SMP dan SMA melakukan seks pra nikah, cek it out : 1. Rasa cinta dan sayang yang dalam dan berlebihan. Saat-saat SMP dan SMA adalah saat-saat remaja sedang mengalami pubertas. Mulai ada ketertarikan terhadap lawan jenis, bila ada yang pas di mata dan di hati, setelah terjadi kesepakatan, maka 2 anak manusia akan berpacaran. Pacaran yang terlalu dekat dan intim, menimbulkan saling ketergantungan, tidak ingin mengecewakan satu sama lain, sehingga milik remaja yang paling berharga pun (keperawanan dan keperjakaan) apabila diminta, akan dengan sukarela diberikan, demi supaya pujaan hati tidak marah dan pindah ke lain hati. 2. Sering menonton film luar negeri Maraknya tayangan film luar negeri, baik di televisi nasional maupun televisi kabel (indovision/telkomvision/kabelvision), sedikit banyak mempengaruhi pola berpikir remaja putri Indonesia. Di film-film tersebut (khususnya film hollywood, antara lain Beverly Hills 90210, dawson creek, Hannah Montana, American Pie dll) banyak menampikan adegan ciuman dan dialog yang menggambarkan mereka sudah biasa melakukan hubungan sex sejak SMP dan SMA. Remaja pada dasarnya suka tantangan dan senang meniru, mereka berpendapat bila di Amerika bisa kenapa di Indonesia tidak bisa. 3. Sering mengakses situs porno atau menonton film porno Siapapun yang suka menonton film porno atau mengakses situs porno pasti terangsang dan timbul keinginan untuk melakukannya. Parahnya saat ini, remaja-remaja SMP dan SMA sudah sangat mudah mengakses hal-hal tersebut, melalui HP canggihnya, warnet, atau CD CD bajakan yang banyak di jual bebas di pedagang kaki lima. 4. Lunturnya Norma atau Nilai di masyarakat Tahun 1950an dan tahun 1960an, gadis-gadis yang belum menikah akan malu jika ketahuan sudah tidak perawan, sehingga mereka akan mati-matian menjaga keperawanan dan memberikannya kepada suaminya di malam pertama (suaminya masih perjaka gak yah?). Saat ini nilai dan norma tersebut sudah memudar (hanya sedikit yang masih memegangnya). Tahun 2010an, gadis-gadis yang belum menikah sudah tidak malu lagi apabila tidak perawan, dia tak peduli omongan orang, yang dia peduli masih banyak pria yang akan mau kepada dirinya, menikah dengan dirinya, karena ia yakin pria sekarang juga sudah tidak menuntut calon istrinya untuk tetap perawan. Bahkan sampai ada istilah : "kalo mau cari perawan, cari aja ke gunung, itupun kalo ada, soalnya di gunung juga banyak gadis yang sudah tidak perawan." 5. Kebutuhan ekonomi Alasan ini hanya terjadi pada sedikit remaja saja. Karena tidak mau hidup susah, dan mau hidup enak dengan cepat, maka remaja tersebut menjual keperawanannya demi mendapatkan uang lebih. Uang yang didapat kadang digunakan untuk makan, membeli baju, atau membeli rumah. Jika masih ada lebih dibelikan handphone atau mobil seri terbaru. 6. Emansipasi wanita Emansipasi wanita dikasus ini adalah contoh emansipasi yang kebablasan. Remaja putri ini mengetahui bahwa 95% remaja putra tidak perjaka, sehingga remaja putri pun merasa diperlakukan tidak adil. Mereka dituntut menjaga keperawanan, sementara pria tidak dituntut menjaga keperjakaan. 7. Godaan dari pria dewasa Banyak remaja usia SMP dan SMA yang berpacaran dengan pria yang jauh di atas umurnya, ada yang prianya mahasiswa, ada yang pengusaha muda, bahkan ada yang pejabat negara. Pria-pria dewasa ini sering merayu pacarnya gadis muda untuk melakukan hal-hal yang dilarang agama, apalagi kalo tahu gadis mudanya masih perawan. Jika belum diberikan makin penasaran, bahkan jadi blingsatan. Segala godaan akan dilancarkan, sehingga gadis muda yang masih perawan tak dapat menolak godaan setan, keperawanan pun dilepaskan. Contoh pria yang suka merayu gadis muda yang masih perawan, berdasarkan desas desus di planet kenthir, salah satunya adalah rekan kompasianer Rhatam Alvarizi. Demikianlah alasan-alasan dan sebab-sebab hilangnya keperawanan remaja putri, khususnya yang masih sekolah di SMP dan SMA. Dari alasan-alasan dan sebab-sebab tersebut, kita seharusnya sudah bisa melakukan langkah-langkah pencegahan (preventif) agar hasil survey tidak meningkat dari tahun ke tahun. Demikian rekan-rekan, semoga bermanfaat, dan tidak ada salahnya memberikan vote bermanfaat atas tulisan ini. Hehehehehehe

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/pakde_kartono/7-sebab-remaja-smp-sma-62-tidak-perawan_552fda426ea8347c428b47d2