Jumat, 04 Maret 2016

masa larut kecil

aku dari kecil sudah di didik untuk hidup tanpa kemewahan, karena ayahku selalu saja menyambungkan jaman sekarang dengan jaman dulu.
hidup tanpa kemehawan selalu saja membuat keseharianku susah sekali, dari semenjak aku duduk di bangku sekolah dasar sampai sekarang di perguruan tinggi.


ketika aku di sekolah dasar, sering sekali berjalan kaki 3 km dari rumahku ke sekolah ditambah lagi mendan perjalanannya menanjak karena di kawasan pegunugan sekolahnya. trik matahari yang menyengat setiap pulang seklolah tak ku hiraukan apalagi teman temanku sering di jemput. padahal ayahku bisa saja menjemput dan mengantarkanku pakai mobil, tapi kerasnya ayahku untuk mendidik anak- anaknya supaya bisa hidup mandiri tanpa bergantung pada ekonomi orang tua.
ini menggambarkan kisah ayahku masih kecil yang suka di suruh kakeku untuk mencari bahan pembuatan lidi, ayahku berjalan perpuluh puluh km demi mendapatkannya. dan dari dasar itu ayahku tak pernah menjemput dan mengantarkanku kesekolah.
apalagi sekarang aku sudah dewasa tapi tetap saja keras, tau ga kalau aku minta untuk uang jajan suka di kasih berapa? kalo teman temanku 200 ribu / minggu. aku cuma 50 ribu/ minggunya. uang itu semua kalo 1 hari di kosan juga abis.
untuk aja waktu di SMP dan di SMA waktu itu aku sambil kerja jadi bekal  1 ribu perhari bisa jadi 10 ribu perhari bahkan 50 ribu berkat ternak ayamku.
tapi sekarang di perkuliahan beda lagi ceritanya, banyak pengeluaran yang harus di lakukan sedangkan pemasukan tidak ada. membuat otaku terus di bolak balik untuk memikirkan pemasukan- pemasukan yang defisit.
tapi aku bangga dengan ayahku meskipun keras mendidikku tapi banyak hikmah yang ditemukan.
semoga d hari kelak nanti aku tak akan mendidik anak- anak dengan keras sepeti itu, tetapi dengan kasih sayang yang perlu di terima.