Senin, 22 Juni 2015

MUSIBAH DIPENGHUJUNG DURI


Peristiwa musibah ini terjadi pada saat aku pulang ngampus, saat itu bertepatan pada tanggal 1  bulan juni 2015  tepatnya hari senin aku kebagian jadwal ngampus  sebelum  hari uas, padahal prodi dan kelas yang lain sedang melakukan hari- hari tenang.  Pukul 07.00 aku  bergegas berangkat ke kampus dengan sobat- sobatku  yang  sudah menungguku di kosan sejak pukul 06.30.
saat di perjalanan mataki melirik kanan kiri, sangat sepi sekali situasi kampus pada pagi hari itu.  Ternyata setelah masuk di kelas sudah ada dosen yang standby menunggu mahasiswa yang  belum semuanya hadir temasuk aku yang terlambat masuk kelas tapi entah dosennya saja yang berangkat terlalu pagi. Hhuuuhh dasar
15 menit lamanya menunggu teman- teman yang terlambat membuat hatiku sudah  tidak  enak entah apa yang kurasakan dan kupikirkan saat itu,  kupkikir aku masuk kuliah pada saat hari tenang itu hanya akan mendengar ocehan dan curhatan dosen yang tidak karuan, namun tidak. Dari pagi hari sampai siang terus saja mendengarkan paparan- paparan diskusi yang dilakukan oleh teman- teman yang lain, karena sudah lama kelompok yang lain itu belum presentasi materi yang di berikan oleh dosen pengampu pada kita hanya karena masalah- masalah pribadi.
Presentasi di kelas itu diakhiri dengan tes wawancara setiap mahasiswa. Aku yang pertama kali dipanggil  oleh dosen pengampu mata  kuliahnya. Kirain mau ditanyain tentang matakuliah secara keseluruhan. Eh ternyata aku yang pertama hanya di mintai pernyataan tentang definisi atau yang saya ketahui tentang matakuliah itu.
Setelah saya keluar dan disuruh manggil satu persatu teman yang lain untuk proses wawancara itu, aku kemudian ditanyai oleh teman  teman tentang apa yang ditanyakan oleh dosen pengampu pada saat wawancara. Namun aku hanya menjawab dengan seleneh dan meleset dari pertanyaan yang teman teman saya ajukan. Hehehehehe. Maklumlah masa aku yang pertama ditanya belum tentu benar masa harus ngasih tau teman- teman yang lain, kan ga adil.
Satu persatu teman-  temanku telah berhasil menyelesaikan tes wawacaranya dan merekapun gembira ria di kelas karena hari terakhir di perkuliahan semester 2 itu.
Namun karena tugas matakuliah yang telah di tugaskan untuk dikumpulkan hari itu juga saya bergegas untuk pulang kekosan dan  mengambil tugas itu.
Sekitar 2 jam saya di kampus untuk mengumpulkan tugas tersebut, namun naas. Setelah pulang dari kampus hati dan pikiran saya kacau sekali, melihat 2 unit laptop yang aku miliki raib di gasab maling yang tak bertanggung jawab.
Pantesan, aku sejak meninggalkan kosan saat mau mengumpulkan tugas, perasaanku tidak enak dan pengen cepet- cepet pulang ke kosan.
Setelah kejadian itu aku berkeras untuk mencari siapa yang melakukan hal tersebut. Dari mulai anak SMA yang kos disana sampai pemulung yang suka lewat di kosan sana saya datangi dan introgasi, namun taka da yang mau mengaku perihal peristiwa itu.
Dari mulai ustadz yang suka melihat hal- hal yang gaib dan menerawang jauh sampai dukun yang katanya mantra guna juga saya tanyai, namun tak ada bukti- bukti yang kuat dari hal tersebut bahwa barangku yang hilang akan kembali.
Dari situ saya prustasi sekali perihal kejadian itu, kadang- kadang ketika saya melamun sendiri pikiran saya  inginnya bunuh diri dengan cara menggantung dikosan, menancapkan pisau di perut sampai minum racun tikus akibat frustasi dan defresi yang menimpaku itu.
Aku baru sadar setelah 1 minggu kejadian karena minggu itu bertepatan hari uas yang pertama. Masukan dan motivasi yang di berikan oleh teman- teman di kelas sangat berguna sekali untuk menghilangkan stress, defresi dan frustasiku saat itu.
Untuk mengganti laptop yang hilang itu aku mencoba browsing untuk mencari solusi bagaimana caranya membeli laptop yang baru itu, dari mulai kaskus, olx, lazada hingga blibli.com aku kunjungi namun belum ada yang memberikan solusi yang terbaik.
 aku sadar bahwa setelah uas nanti aku memiliki libur yang panjag sekitar 3 bulan lamanya, berawal dari sanalah saya tahu bahwa yang namanya uang itu aka ada bila kerja, kemudian saya mencari informasi lagi tentang lowongan pekerjaan yang mempunyai gaji yang lumayan dan mencoba menghubungi dan menanyakan informasi namun semuanya gagal juga. Dari mulai indomart, alfamart, sales semen, sales cat tembok, sales asuransi, penjaga toko sampai  waiter di restoran telah aku sambangi. Permintaan pekerjanpun berdatangan. hehehehehe
Aku berfikir ulang bahwa aku harus membeli laptop sebagai penggantinya sebelum aku bekerja. Maka dari itu aku niatkan untuk meminjam uang atau mengkredit laptop, dari kreditplus.com, rentenir, penggadaian dan di java computer telah datangi hanya Karena butuh uang untuk nambahin uang tabunganku untuk membeli laptop yang baru untuk melepas traumaku yang sangat berlebihan itu.
Setelah selesai uas datang lagi pilihan pilihan yang semakin membuatku frustasi antara pilihan ketua dpm dan hima. Aku belum bisa berfikir jernih perihal pilihan tersebut. Aku semakin dilema tak karuan.
Namun berkat dukungan dan motivasi yang kuat dari teman- teman organisasi aku ambil sebagai ketua hima atau hmp dikastasia. Tapi dalam hati kecilku mengatakan bahwa kalau aku mengambil sebagai ketua hima justru akan sangat membebani pikiranku,
Aku tak akan pendek pikir mungkin ALLAH memberikan jalan lain untuk kesuksesan saat nanti. Setelah pemilihan itu  aku meniatkan untuk pergi liburan dulu kebandung ke tempat ayahku. Disana aku menghabiskan waktu 3 hari untuk mengunjungi tempat keramaian atau cuci mata hehehehehe. Dari indah plaza, BIP, BSM, TSM, Pasar kircon, Jaya  Plasza, Asia Plaza, borma toserba sampai carefour saya lewati.
Namun pada hari kamis tepatnya saya mencoba untuk meminjam uang pada kaka saya ( Kaka tingkat namun sudah saya anggap kaka sendiri namanya SHENA, ka shena ini adalah kaka tingkat yang paling baik versi saya, karena mengayomi dan memotivasi saya sejak saya masuk perguruan tinggi). Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan, ka shena meminjamkan saya uang dengan jumlah yang cukup besar sehingga dapat menambah uang tabungan saya dan sekarang berkat uang pinjaman ashena ini saya dapat menulis cerita ini dan meringankan beban pikiranku.
Dengan pinjaman dan bantuan pada pristiwa yang menimpaku itu, saya akan bekerja keras untuk mengembalikan uang yang telah di pinjamkan pada saya, dan saya tidak bisa berbuat apa- apa dan hanya bisa mengatakan terimakasih banyak atas pertolonganmu ya ALLAH yang telah di titipkan pada ka Shena.
Semoga apa yang telah dilakukan padaku saat ini mendapatkan balasan dan pahala berlimpah amin.
Itulah sedikit curhatan peristiwa yang telah menimpa diriku saat ini dan semoga kalian bisa mengambil hikmah dari ceritaku tadi.