Jumat, 13 Maret 2015

PERJALANAN KE IBUKOTA



Hai sobat, maafnya baru kembali lagi nulis karena di rumah banyak sekali pekerjaan yang harus di kerjakan selama liburan akhir semester 1 ini. Tapi dalam liburan akhir semester pertama ini saya pernah berjalan- jalan keliling kota Jakarta.

  Waktu itu dimulai ketika aku lagi pulang rapat dari kampus karena kebetulan rapat itu untuk mengadakan acara yang besar dan rapat itu juga dilaksanakan ketika liburan.. males banget dehh gue….
Kira kira satu minggu sekali rapat itu dilaksanakannya.
Ketika itu aku sampai ke rumah jam 15.00 dan istirahat sebentar di sopa, tiba- tiba abangku yang di Jakarta menghubungiku, “ sep kamu lagi dimana?” ujarnya, aku lagi di rumah bang, udah dapet sinyal? Atau udah sampai dijakarta ya? , udah sep , cepet kesini dan sekalian kamu liburan . karena pada saat itu bertepatan hari kamis dan abangku katanya mau berangkat lagi ke jakarta pada hari minggu. Aku iyaiin aja deh untuk berangkat ke jkt, dan malam harinya aku bersiap- siap untuk besok dan  beristirahat.
Pagi hari tiba dan aku sudah siap- siap untuk berangkat ke terminal Tasik, namun sayang cuaca dan angkutan yang mau mengantarkanku ke terminal tidak mendukung, cuaca mendung dan ditambah lagi ujan, juga ojeknya pun tidak ada. Sebel bangeeet rasanya pada saat itu.  Aku tadiya mau berangkat pagi tapi melihat cuaca keadaan seperti itu aku jadi males berangkatnya juga.
Triiiing, triing, triiing, triiing, halo sep, udah berangkat belum? Tanya abangku . belum mas keadaan disini tidak mendukung, mungkin ga akan berangkat, balesku. Ya udah jangan gitu dong ntar siang aja ya berangkatnya dan itu uang jajan dan ongkosnya udah di transfer ke ATM kamu sep. Oke dehh bang, ntar siang aja aku berangkatnya.
Hari jum’at tepatnya pukul 11.00 tadinya aku berencana mau jum’atan di masjid dekat jalan, cuma terasa ga afdol kalo jum’atan ga di mesjid kampungku.
  Sep kamu ga berangkat ke jkt ke abangmu? Tanya mamahku. Jadi mah Cuma ntar siang aja ahh, kan cuacanya ga mendukungkaaaaan. Ia udah gimana baiknya saja ya,
Setelah   beres solat jum’at dan aku bergegas untuk pergi keterminal tasik. Adiku bersedia untuk mengantarkannya, aku pamitan ke mamahku dan meminta do’a supaya diberi keselamatan dalam perjalanannya.
Namun ditengah perjalanan hujan deras mengguyur kota suralaya dan membuat aku dan adiku basah kuyup, namun untung di bagasi motor ada jas.
Sesampainya di terminal aku kebagian tiket bus primajasa  dengan harga tiket Rp 75.000 dan ketika  naik hanya beberapa orang saja yang mengisi  kursinya. Sungguh sangat enak seperti mobil pribadi saja . hhhhheeee
Namun dalam perjalanan itu meskipun ac bus itu tidak di nyalakan namun dinginnya minta ampun ya ALLAH seperti dikamar, ditambah pas masuk ke tol cikunir macetnya minta ampun,
Aku dari sana berangkat pkl 13.30 dan sampai diterminal kampung rambutan pkl 20.30. aku turun dan perutku terasa lapar sekali dan aku cepet- cepet  mencari rumah makan deh yang deket. Namun ada yang menmbuat kepalaku sangat berputar sekali yaitu, mengenai tukang bakso dan mie ayam ko kebanyakan orang jawa gitu, soalnya saya dijakarta juga singgah di warung bakso dan mie ayam orang jawa dengan porsi sedang seharga Rp 15.000 gila mahal banget, 2Xlipat dari harga di daerahku. Sungguh sangat gigihnya orang- orang jawa untuk berkelana. Setelah makan aku bergegas mencari tempat untuk sholat dan Alhamdulillah aku menemukannya tidak jauh dari warung bakso itu.
Tapi saya sangat sedih karena ketika selesai solat dan melanjutkan perjalannya ,bus yang mau aku naiki jurusan tanjung periok ternyata sudah habis, karena maksimal bus jurusan tanjung priok pkl 20.00,
Untung saja ada bus dari kampung rambutan jurusan pulo gadung, itu juga bus terakhir, dan untuk sapai ketanjung priok saya harus membayar bus jurusan pulo gasung itu Rp 5.000 dan saya turun di perempatan hutan kayu, kirain omprengan( sejenis bus yang digunakan jaman dulu) itu ga akan datang karena sudah larut malam, tapi alhamdulillahnya omprengan yang ditunggu tunggu tiba dan tarif naiknya Rp 4.000.
Dari omprengan itu aku bisa samapai ke tanjung priuk, namun saya tidak turun di terminalnya Cuma sampai permai dan abangku sudah nunggu di mal, tapi aku belum tau jalan menuju ke mal itu. Akhirnya abangku mengerti keadaanku dan waktu sampai di permai kira kira  pkl 23.00 .  aku di jemput dengan taksi untuk ke hotel ENDE BARU, tidak jauh dari jalan raya. Tarif untuk chek in di hotel itu permalamnya Rp 344.800 .
Sesampainya di hotel aku minta dipijit dan alhamdulillahnya juga abangku beli makanan kesukaanku,(kfc) .
Namun aku agak kecewa karena pagi- pagi pas bangun abangku di telpon oleh pihak kapal layar untuk segera ke kapal karena ada audit internal yang akan di lakukan oleh pihak Singapura dan mungkin akan langsung berangkat berlayar kembali.
 Rencana untuk ke tangerang menemui ayah dan ibu gagal. Karena aku disuruh pulang saja oleh abangku, soalnya aku bilang kalo senin ada rapat dan abangku bilang kalo hari minggunya di pakai saja untuk istirahat dan aku disuruh konsisten dalam berorganisasi, kalo libur lagi saja ke tangerang nya, ntar asep sakit lagi, ujar abangku.
Pkl 08.00 abangku berangkat ke kapal di pelabuhan dan aku bersiap- siap untuk check out dari hotel karena mau pulang, aku chek out pkl 10.00 dari hotel dan menuju ke terminal tanjung periok dengan menggunakan angkot dengan tarif Rp 2.000 . disana saya naik bus jurusan kampong rambutan lagi dengan tarif  Rp 13.000, Namun disana saya sedkit berbincang bincang dengan ibu- ibu. Bu kenapa ga pake bus busway? Ia sih tadinya juga ibu dan kebanyakan orang senang sekali pakai busway dan busnya juga suka penuh, namun dengan diberlakukannya e-tiket pelanggannya jadi sepi dan dikeluhkan oleh sebagian penggunaan karena ribet, gitu de. Ooh gitu ya bu jawabku.
Bus kelas ekonomi ini melewati pasar kramat jati, pasar senin , untuk sampai ke kampong rambutan.
Sesampainya di terminal kampong rambutan saya tadinya naik bus primajasa kembali, Cuma busnya belum ada jadi naik bus budiman saja , ongkosnya sama sihh Cuma di budiman para penumpang  di beri air Aqua botol mini, sungguh pelayanan yang cukup memuaskan.
Dari sana saya berangkat pkl 11.00, bus ini mengangkut penumpang yang kursinya di penuhi oleh orang orang. Dan pkl 15.00 bus ini mampir di rest area ,dan saya bergegas mencari mushola dan tempat makan.
Kru bus budiman memberi istirahat pada penumpangnya kira- kira 15 menitan, dan sampai di daerah pamoyanan pkl 17.00 dan adiku juga sudah menunggu untuk menjemputku,
Itulah kisah perjalananku di ibukota Indonesia .