Selasa, 09 Desember 2014

PATOK PRAMUKA


hari jum’at tepatnya tanggal 27 november 2014, itulah hari dimana aku berangkat ke kampus untuk mengikuti kegiatan pengukuhan anggota baru pramuka, ngaco banget ya aku…?
Padahal aku belum pernah mengikuti satu kalipun kegiatan latihan yanng diadakan setiap satu minggu sekali itu, ahhhhha . aku suka ketawa sendiri kalo aku inget kesana. tau tau udah mau dikukuhin.
Kalian tau ga, kalo aku ikutan kegiatan pengukuhan tersebut bukan karena aku pengen jadi anggota pramuka, tapi karena aku ingin rekreasi karena di kampus udah agak jenuh dan mencari inspiraasu buat karya satraku.
Dari hari sebelumnya aku sudah persiapan perlengkapan untuk mengikuti kegiatan tersebut, macam- macam deh persyaratan yang harus dibawanya.
Pada pkl 7.30 tgl 27 november 2014 aku mau berangkat tapi bingung dengan barang- barang yang mau diangkut karena banyak yang harus dibawa, tapi Alhamdulillah temanku datang tepat sekali. Aku di anterin deh sampai kampus. Ketika aku datang di kampus banyak teman teman yang sudah pada kumpul.
Ehhh aku bingung sendiri ketika pas turun dari motor dan seketika soroton mata orang- orang tertuju padaku yang membawa banyak barang- barang, tapi mungkin Karena aku baru masuk ke pramuka tersebut jadi orang orang mungkin aga asing melihatku. Ahhhhhaa, gapapalah ntar juga bakalan tau siapa aku.  
Awalnya saya seneng karena banyak temen baru di pramuka itu, nyannyian baru, pengalaman baru bahkan foto baru juga dapet sebelum upacara pembukaan pengukuhan anggota racana galuh, hhhhhee.
Oooh ia ada hal yang aku baru tahu dan merasa aneh, ketika aku disuruh memegang dan telur itu harus dikasih nomer. Kirain biar ga hilang telurnya…ehhh ternyata harus dijaga agar tidak pecah dan di bawa kemana- mana sampai akhir pengukuhan. Ahhh kampret awal yang agak buruk dari niat aku seneng- seneng.
“ka buat apa ini harus dibawa kemana”Tanyaku,
“kalian tahu kenapa harus dibawa kemana- mana” jawab  kaka senior,
“Tidak”  jawab kami,
“ telur itu menandakan dan mengibaratkan bahwa kalian sedang memegang amanah, dan amanah itu jangan sampai pecah atau dititipkan keorang lain dan harus selalu ada di dalam diri kalian.” Jawab balik kaka senior itu.
Setelah pelaksanaan upacara pembukaan beres, Kurang lebih pkl 11.00 kami berangkat menuju bukper( bumi perkemahan) di daerah cijeungjing. Kamipun bergegas menurunkan barang barang untuk keperluan hidup dan keperluan membuat tenda selama 3 hari 2 malam.. Jarak dari jalan ke bukper itu kira kita 350 meter, buset deeh ditambah jalan nanjak turun terus di tambah hujan, tapi Kita membawa barang - barangnya dengan gotong royong dan suka ria jadi tidak terlalu cape.
setelah semua barang- barang diangkut dengan rasa lelah, cape , panas tapi kita tetap semangat. kita beristirahat sejenak dan kami diberi nasi alakadar dan  dimakan bersama di dekat aula bukper.
Kegiatan pertama dimulai dengan pendirian tenda. Dengan antusias kita berbondong bondong dengan cepat dan kompak ketika mendirikan tenda. Namun sayang tenda kelompokku gagal berdiri cepat dan kami tinggalkan karena pemateri kegiatan awal telah tiba. Diteruskan pemateri pemateri dari berbagai saka. Tapi sebagian orang lagi menyelesaikan tenda yang belum jadi ketika yang lainnya mendengarkan materi yang di siapkan oleh panitia. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan kegiatan perkenalan dari setiap orang di aula dan ditutup dengan adegan panitia yang mengungkit- ungkit kesalahan yang di lakukan oleh setiap anggota. Gillle bener deh. Udah ngantuk karena sudah jam 11 lebih, belum juga disuruh tidur, ehh malah ditambah dengan acara marah- marah lagi.
“kaka kaka, kalian tau kesalahan apa yang telah dilakukan , dari awal sampai sekarang.jawab kalo kalian punya mulut”,kata kaka yang sebut saja ketua pelaksana hari sabtu.
Kamipun diam tak ada yang menjawab. Aku tak menjawab karena udah ngantuk
“kalian punya mulut ga, hhaaahh,” sambil nada tinggi dan agak kemarahan.
“ kalian barang sendiri saja tidak bertanggung jawab seolah olah acuh, lihat panitia lihattt, dari tempat yang telah kami sediakan sampai kayu bakar kami angkut, kami merasa tidak di hargai, ayooo kaka- kaka kita pulang” kata kaka- kaka senior itu dan sambil mengajak yang lain untuk pulang.
“ euuuuuhhh apalagi ini , udah malem- malem gini ada ada aja. Aku udah ngantuk” kataku dalam hati.
 Tapi itu mungkin itu untuk menguji mental kita ketika mempunyai tanggung jawab haruslah dilaksanakan.
Hari pertama berakhir dan dilanjut hari kedua dengan tema praktek lapangan,ooh ia kalian tau ga bahwa air disana itu ( di bukper) keruh dan kadang macet ga ada sama sekali. tapi disisi positifnya yaitu suasananya yang sangat sangat indah dan dapat membuat otak saya fresh kembali dari rasa pusing yang telah lama di pendam dalam kegiatan perkuliahan,, mulai dari tugas, tekanan ekonomi, sosial dll.
Hari kedua di agendakan dengan kegiatan penjelajahan. Kegiatan penjelajahan tersebut kami melewati beberapa pos yang harus kami jalani, daan kami harus menerima ujian dan arahan yang harus dilaksanakan  di pos tersebut. Ada yang berupa mengerjakan sandi morse, jalan di sungai, berenang dikolam, melewati jembatan tua, menyamar memakai bahan alam, sampai dengan memecahkan macam- macam sandi termasuk semaphore.
Penjelajahan pun di akhiri dan dilanjutkan dengan kegiatan lapangan Pbb, dalam kegiatan ini kami dilatih satu persatu untuk menjadi komandan yang memimpin pasukannya. Namun kegiatan ini dihentikan karena waktu sholat ashar.
ada hal yang menarik yaitu ketika ba’da sholat ashar, yaitu ketika melanjutkan kegiatan tersebut dan ketua racana galuhnya tiba- tiba memanggil kami( calon anggota racana galuh) untuk segera berkumpul. Entah ada angin apa yaa tiba tiba,
“ kalian tau apa kesalahan kalian” Tanya kaka itu,
“ siap tidak” jawab kami,
“ kami beri waktu 10 detik” jawab kak itu lagi,
Kita bertanya- Tanya apa kesalahannya,
“ masih belum juga” ,teriaknya sambil aga marah “saya beri waktu 5 detik lagi” lanjutnya.
“ kami pun merasa kami kurang kompak dalam segi peralatan pbbnya.”
kami lari untuk menju tenda ehh tiba tiba waktu habis meskipun belum sampai tenda dan kami disuruh kembali lagi kebarisan.
“ kenapa kalian belum juga intropeksi” Tanya balik
Kami melepaskan beberapa peralatan biar kompak, ehhhh tiba- tiba
“ sudah kalian lanjutkan sendiri acaranya” sambil melemparkan alat audio( rojer).
Naah masalah ini berlarut sampai bebrapa jam dan saya dipanggil dengan tak tahu apa  sebabnya. Tapi intinya saya dipanggil buat memberikan pesan bahwa kompaklah dalam kebaikan, selalu menjadi yang lebih dan jangan egois. Masalah itupun  berlalu,Puncak hari kedua yaitu pelaksanaan api unggun dan dilanjutkan dengan pentas apreasi seni dengan penampilan dari berbagai kelompoknya masing masing. Hari kedua berahir dengan panitia menyuruh kami tidur pada kurang lebih pkl 12.00 malam.
Kalian tau ga di hari ketiga kegiatan apa yang akan dilaksanakan, dan saya juga baru tahu kalau yang memimpin acara hari terakhir itu adalah presma sendiri. Ya ampun kami dibangunkan pada pkl 02.30 dan disuruh berkemas barang- barang  semuanya, ya ammpun sumpah ini hal yang baru saya alami ketika mengikuti kegiatan pramuka. Kemudian kita disuruh cepat kumpul di lapangan dan berbaris serapih- rapihnya. Oke kitapun berjalan kaki sambil meniru gaya semut yaitu hanya dengan satu berbanjar. Dan kami dipandu menuju tengah hutan. Dan setelah menuju tempatnya dengan rasa lelah, cape ngantuk , kecampur deh perasaan semua itu,, dan tempatnya yang sangat seram dan menakutkan pula. Kita disana disuruh membuat tenda sementara waktu  untuk beristirahat dengan memafaatkan tangkai- tangkai dari alam dan memakai kerudungnya dengan jas hujan, gillleeee benerrr asyiknya luar biasa. Tapi itulah kesan yang sangat saya rasakan sekali.  berahirlah kemah ditengah hutan tersebut dengan ditandai suara adzan yang sudah berkumandang dan kembali kami menuju kembali ke aula bukper dengan jalan yang sangat – sangat begitu licin sekali.
Kegiatan selanjutnya yang diberikan presma yaitu senam bhineka tunggal ika, permainan dan pemecahan masalah .kira kira waktunya sampai jam 9.30 kgiatan yang disajikan kegiatan dari bangun tidur sampai jam 9.30 sangatlah menarik dan sangat sangat membekas sekali.
Dan sebelum upacra penutupan kami dievaluasi oleh panitia tentang kesalahan- kesalahan kita dari sejak awal sampai akhir acara. Entah itu mengenai kekompakan, keegoisan, kelalaian, kehilafan kami di beberken secara mendetail. Dan tahap evaluasi itu di akhiri dengan penghukuman semua peserta dengan berupa push up dan mencoreng- corengkan abu bekas api unggun kemuka temen kita dalam posisi berpasangan saling menghadap.
Dan acara puncak pun tiba yaitu dengangan upacara penutupan pengukuhan sekaligus  proses pemberian topi pramuka dengan makna kami telah di angkat menjadi anggota pramuka racana galuh.
Dan sedikit pesan yang dapat saya sampaikan yaitu Kalian jangan minder dalam segala hal apapun terutama dalam kegiatan kepramukaan. Nyatanya menjadi anggota pramuka itu sangatlah bermamfaat sekali bagi kehidupan, terutama  saya  bisa melatih mental sekaligus kekompakan dan keterampilan agar aku bisa jadi orang yang fleksibel dalam masalah- masalah yang datang dan tenang dalam menghadapinya.
Sekian dan terimakasih , salam pramuka