Rabu, 26 November 2014

BERDEBAR SAAT LARI PAGI

Cerita ini berawal saat saya melakukan aktivitas yang bisa dikatakan liburan santai tapi menyehatkan tubuh. Ahhhha. Ya lari pagi. Saya melakukan awal lari pagi itu 2 bulan setelah saya berada di kota manisya.  Alasan saya memcoba lari pagi,
Karena  merasa jenuh dengan aktifitas saya  yang sehari- hari melototin buku sampe ketiduran. Jiiiiah membuat boring lahir dan batin. Ahhhha
Malam minggu saat teman teman saya melakukan kegiatan yang biasa dilakukan oleh anak muda jaman sekarang yang namanya sering dikenal dengan mojok di malam minggu, eh saya malah mojok dengan buku. Tapi saya senang karena pada aktivitas beberapa hari kebelakang yang dijalani akan sirna pada saat keesokan harinya dengan melaksanakan lari pagi. Kenapa? Karena di saat lari pagi itu banyak cewe cewe yang mengikuti akitvitas ituu. Ahhhha sekalian cuci mata.bercanda deh. Itulah yang sangat saya senang dan membuat semangat sekali, ditambah lagi saya bisa menikmati jajanan jajanan yang beraneka ragam pula. Mantap
Haripun semakin larut, jam dinding sudah menunjukan jam 9 lebih dan waktunya tidur, karena saya tidak terbiasa yang namanya tidur lebih dari jam 9 atau anak muda jaman sekarang menyebutnya begadang. Akupun tidur dengan meninggalkan beberapa pesan sms dan bbm yang tak ku baca karena kalau di baca dan dibalas pasti mengurangi jatah istirahatku.
Waktu tidur telah habis karena alarm telah berbunyi sektiat jam 4an, sayapun bangun dan melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Hari minggu kali ini dari saat pertama bangun dan dalam persiapan melakukan lari paginya perasaan berdebar debar entah kenapa, karena hal itu belum pernah saya rasakan.
sebelum melaksanakan lari pagi saya selalu menyiapkan  terlebih dahulu sepatu, celana, baju olahraga, dan alat music agar ketika waktu menunjukan pkl. 05.30 saya bisa pemanasan terlebih dahulu dan langsung berangkat ,
jam dinding menunjukan pkl 05.30 dan saya bergegas melakukan pemanasan di halaman rumah, agar otot saya tidak kaku saat melakukan jogging tersebut. Dan mulailah saya melaksanakan aksi lari pagi itu dengan santai  dan mengikuti orang orang yang sama juga melakukan jogging tersebut.
Sambil jogging saya menyempatkan Lirik kanan lirik kiri, ko banyak orang yang sedang duduk diwarung- warung yang memperhatikanku saat melaksanakan jogging. Ko aneh ya orang- orang itu, “apa aku yang aneh ya” dalam hatiku berkata. “Tapi ya sudahlah pd aja”. Lanjutku.
Setelah agak jauh, saya merasakan lelah yang cukup membuatku harus terhenti sejenak tapi saya melihat 3 kaka seniorku dipinggir jalan dekat halte kampus, yah aku  tadinya sih mau berhenti sejenak karena melihat kaka senior aga malu juga kalo berhenti. Ahhha. Gaspolll aja deh.
tapi saya bertanya- Tanya dalam hatiku sendiri “sedang apa ya mereka, apa mau mudik kali ya?”, tapi yang jelas mereka sedang selfie gitu. Mungkin buat display bbm kali ya. jAhhha.
Saya melanjutkan joggingnya,aku melirik pada orang orang yang melakukan jogging tersebut dan aku melihat dari yang anak- anak sampai yang tua, dari ibu ibu sampe prawanpun melakukan jogging bersama sama dengan bersemangat, mereka juga membawa alat olah raga berupa macam- macam ada yang membawa raket, bola voly, bola sepak, dll. dan mereka juga bertujuan sama yaitu menuju alun- alun.
Dengan rasa cape yang dirasakan terbayarlah ketika melihat banyak orang yang sedang melakukan berbagai kegiatan di alun- alun tersebut, ada yang lagi senam, lari memutari alun alun, badminton, ada yang lagi makan, yang lagi pacaran juga ada, sampai yang sedang mengantukpun ada itu yang lagi jualan. Hhheee. seperti biasa setelah sampai di alun alun langsung menuju tempat  terapi kaki, karena melepaskan rasa pegal dikaki, maklum belum terbiasa jogging..
Ini yang momen takan pernah kulupakan yaitu ketika saya sedang berjalan diatas batu tempat terapi kaki itu, dari seberang jalan sana ada cewe yang memanggil namaku. “ nendi nendi nendi heyyyy” kata cewe itu, dan aku terus focus mencari orang yang yang memanggil manggil namaku itu.
Ehhh ternyata. Itu seniorku tadi yang ada di dekat halte. Kirain siapa, ahhha. Akupun melambaikan tangan. Kaya siapa gitu ngelambaikan tangan ahhhhhha. Emkh sebut saja nama seniorku itu sebet saja Farah, Kris, Yuni dan satu lagi namanya aku lupa dan aku paggil saya namanya ijem.
Tadinya aku mau menghampiri mereka Cuma mereka aganya terburu buru menuju ketempat senam, ya udah saya lanjutkan lagi terapi kaki. Dan tidak lama kemudian salah seorang dari mereka mengirimku pesan lewat bm, dan akupun mulai asyik dengan perbincangan yang dibuat di bm itu.
Ketika kakiku sudah mulai nyaman dan enak dengan terapi itu, aku meluangkan waktu untuk duduk dan menikmati sinar ultra violet sambil mendengarkan music yang aku bawa tadi.
Ehh tiba tiba ada  yang manggil dari belakangku, kirain siapa eh ternyata kaka senior seniorku tadi dan mengajakku pulang bersama. Ya aku tak menolak dengan ajakannya itu. Ahhahha. Kapan lagi coba ada yang ngajak jalan bersama. Ketika itu aku teringat pada perasaa ku yang semalam berdebar debar dan mungkin kejadian ini yang akan terjadi.
Eh ternyata aku ditinggalin berdua dengan teh Farah, ahhha. Aduuh mati gaya deh aku. Ya aku nikmati aja prasaan yang berdebar debar ini. kita berdua bercerita dan ngobrol kesana kemari..
Ada yang lucu dari teteh itu, ketika pulang jalannya itu tersendat sendat. Ahhha. Bikin senyum senyum sendiri deh aku. Aku pun bertanya pada teteh itu.
“ teteh ko jalannya tersendat sendat, “
“tersendat sendat gimana ndy” balas teteh itu
“ya  teteh  jalan sebentar, lari sebentar lucu dehh” jawabku.
“ iih ndy ko gitu” kata teteh itu.
“ maaf maaf teh” jawabku.
Ketika aku diajak untuk makan bubur aku menolak dan mempersilahkan teteh itu untuk makan, kenapa aku menolak. Bukannya ga punya uang Cuma aku lagi puasa sunat.
“ndy ayo makan bubur” ajak teteh vy.
“maaf vy aku ga bisa” jawabku.
“kenapa” Tanya teh vy.
“emkh aku lagi puasa sunat vy” jawabku.
“Oooh yaudah kita langsung pulang aja ya,” ajak  teh vy.
“ kalo  vy lapar yaudah makan bubur aja dulu sana, kasian perut teteh” kataku
“Ngga ko ngga lapar” jawabnya.
Kami berdua jalan kembali untuk pulang. sampailah kita di area kampus dan kamipun berpisah karena aku masih agak jauh kosannya.
Ya hari minggu minggu selanjutnyapun begitu, kami pulang joging selalu berdua dan itulah yang namanya kebahagian di hari minggu untuk melepaskan rasa galau ketika kegiatan di hari kampus yyang sangat padat dan membuat otak dan hati penuh dengan beban.