Senin, 24 November 2014

REZEKI


 Ya dalam sebuah kehidupan tidak ada yang namanya kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik ALLAH semata, apalagi soal jodoh dan rejeki semua sudah di atur oleh-Nya.
Tinggalah keluarga kecil di salah satu kota yang sangat asri dan masih alami yaitu kota manis
.
diceritakan seorang ibu yang baik hati dan mempunyai seorang anak perempuan yang cantik jelita, ibu itu bernama Rahmi dan anaknya bernama Susi. Mereka tinggal dalam kesederhanaan, ayahnya Susi telah meninggalkan ibu dan seorang anak yang cantik dan lugu karena kecelakaan di jalan raya 2 tahun. Kecelakaan itu membuat ibu Rahmi sangat sedih sekali, bahkan membuat Ibu rahmi harus banting tulang demi menghidup anaknya yang masih sekolah.
Susi anak yang berbakti dan suka membantu pekerjaan ibunya, dia berumur 22 tahun dan seorang mahasiswi tingkat 3 kedokteran di salah satu universitas negeri yang terkenal dikota kembang. Dari tingkat 1 susi selalu mendapat mendapat beasiswa dan dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh ibunya.
                Ibunya seorang pedangang Bakso yang cukup ramai pengunjungnya, setiap kali Susi pulang ke kota manis dari kota kembang. Ibunya selalu merasa terharu dan terbantu karena Susi selalu bantu- bantu di warung baksonya meskipun anak Ibu Rahma tersebut calon dokter, Susi tidak pernah mengeluh dengan keadaan pekerjaan ibunya yang hanya penjual tukang bakso. Bahkan Susi bangga dengan ibunya karena bekerja tanpa seorang laki- laki.
                Suatu hari sekitar jam 3 sore, datanglah seorang pembeli yang keren, tampan, gagah dan bisa terbilang mapan karena membawa mobil sedan mewah. Sebut saja namanya Karim. Karim ini seorang pengusaha daging ayam yang terkenal di daerahnya.
“ Teh pesen baksonya 1 porsi” Kata Karim sambil memandang Susi yang kebetulan sedang menjaga warung baksonnya karena ibunya lagi ada keperluan,
“ooh ia mas, dibungkus atau dimakan disini” tanya Susi,
“dimakan disini saja” tapi pas melihat pengunjung lagi sepi, Karimpun mengubah pesanannya,
“Maaf teh, nambah lagi deh jadi pesen 2 porsi” pesan Karim pada Susi.
“ oke mas, tunggu ya”, jawab susi.
                Setelah jadi 2 porsi, Susipun mengantarkan kekursi seorang laki laki tersebut.
“looh mas, gembul juga ya” tanya Susi sambil tersenyum senyum,
“sini duduk dulu kamu teh, “ jawab Karim sambil tersenyum,” ooh ia kenalin dulu namaku Karim, kalo namamu”,tanya balik Karim,
“iiih apan sih, namakau Susi”, melihat pembeli belum ada Susipun duduk.
              Akhirnya mereka berdua kenalan, ngobrol kesana kemari, sambil menikmati hidangan bakso yang sudah dibuat Susi sendiri. Karim baru tahu kalau Susi adalah seorang mahsiswi kedokteran, sedangkan Susi juga baru tahu kalau Karim itu adalah pengusaha. Mereka berdua bercengkrama kaya teman yang sudah lama kenal padahal baru beberapa jam.
              Ibu Rahmapun datang karena sudah beres dari keperluanya, dan langsung melihat Susi Dan Karim sedang duduk berdua sambil bercanda,lalu ibu Rahmapun menghampirinya.
“iiiiibuuu” kata Susi dengan expresi kaget.
“Sus, siapa laki- laki ini?, pacar kamu?, kenapa ga bilang dari dulu- dulu, kamu tuh udah pantes bawa laki- laki” tanya ibu Rahma dengan bertubi- tubi dan ngotot pengen tahu.
 “ euuh bukan Bu, ini temen saya, kenalin namanya Karim” jawab Susi.
“ooooh kirain”, balas Bu Rahma.
Waktu terus bejalan, mereka berduapun saling melakukan pendekatan dengan melakukan kontekan lewat email ataupun handphone.
                 Susi telah kembali pada aktivitas biasanya yaitu bergelut dengan perkuliahannya, sedangkan Ibu Rahma tetap pada aktivitas bejualan seperti baisa tanpa ada yang membantunya.
                Di suatu malam ketika hendak tidur entah perasaan apa yang menimpa ibu Rahma yang menyebabkan perasaannya tidak tenang. ketika Ibu Rahma bangun seperti biasanya  melakukan aktifitas solat malam, tadarus da berdo’a pada sang maha kuasa supaya Susi bisa lulus tepat waktu, dan  berdoa supaya dalam berjualannya dimudahkan.
                 Sinar matahari pun datang dan ibu Rahma brangkat ke tempat berjualan baksonya dengan cepat karena agak dekat dengan rumahnya.
                Ketika melihat kebulan asap dari kejauhan perasaan Ibu rahma mulai tak karuan, merasa ada yang sedang teradi sesuatu di dekat warungnya, sontak Ibu rahma dari kejauhan sudah terlihat warungnya yang sudah hangus, ibu rahma sook berat bahkan pingsan karena melihat warungnya yang hangus di lahap si jago merah dan sedang di padamkan oleh warga sekitar. Entah apa penyebab terjadinya kebakaran warung tersebut, tapi dari pihak kepolisian menyimpulkan kalau awal mulanya mungkin karena tabung gas yang bocor.
                Wargapun menghubungi Susi karena ibunya langsung jatuh sakit setelah beberapa hari. Ibu Rahma lemas karena mungkin Ibu Rahma terus memikirkan tentang warung baso tersebut yang hanya satu- satunya mata pencaharian yang di andalkan. Akhirnya Susi pulang dengan muka yang Nampak sedik.
                Karimpun mengetahui  soalnya ibunya yang lagi sakit karena saat akan makan bakso, warungnya rata dengan tanah. Karim bergegas menuju rumah Susi dan bertemulah Karim dengan Susi setelah 2 bulan tidak ketemu, Susi jarang pulang karena focus pada kuliahnya dan tidak ingin mengecewakan Ibunya yang banting tulang bekerja untuk menyekolahkan Susi.
“ yang sabar ya Susi” kata Karim sambil menghapiri susi di dekat ibu Rahma yang sedang berbaring lemas di kasur.
“ makasih ya mas Karim” Balas Susi sambil menangis.
                Karimpun berniat membantu keluarga Ibu Rahma yang sedang mengalami musibah dengan membangun kembali warung baksonya dan memberikan modal. Karena Karim tidak tega melihat Susi dan ibunya terlarut dalam kesedihan.
                2 minggu berlalu warung bakso Ibu Rahma pun sudah di bangun dengan dekorasi modern, warungnya sudah ramai kembali, begitu juga dengan Ibu Rahma sudah sehat, sedangkan Susi sudah pergi ke kota kembang untuk melanjutkan kuliahnya. Sedangkan Karim sibuk dengan bisnisnya.
                Ibu rahma berniat menjodohkan Karim dan Susi karena Ibu rahma pengen cepat menggendong cucu.
Dalam suatu kesempatan ketika anaknya libur semester dan pulang ke kota manis, di panggilah Karim sang pengusaha untuk menemui Ibu rahma, dan sontak ketika sampai di rumah Ibu Rahma, Karim di sambut oleh Susi.
                Ibu rahma menanyakan pada Karim soal hubungan dengan anaknya. Ibu Rahma pengen cepet mereka berdua menikah, karena melihat umur Ibu Rahma yang sudah tidak muda lagi.
Dan mereka sepakat setelah Susi lulus dari kedokteran mereka akan melakukan akad pernikahan.