Senin, 24 November 2014

NIKMATI


Tanpa kita sadari sesuatu yang kita rasakan tak pernah kita pikirkan, dan sesuatu yang kita pikirkan jarang kita rasakan. Dalam kehidupan ini banyak sekali cobaan yang kita rasakan pahit, manis, cemburu, bahagia, putus asa, semangat, cinta, patah hati, kaya, miskin.
Itu sebenarnya dasar bagi kita untuk bisa lebih baik dan tangguh dalam beradaptasi di linngkungan kita hidup apabila kita melewati cobaan semua itu.
Kita tahu bahwa ketika medapat cobaan seperti itu,  kita sering lupa dengan apa yang sedang kita alami dan rasakan, pikiran kita jauh melayang kemana- mana sampai kita lupa akan adanya ALLAH s.w.t.
Seharusnya kita bersyukur meskipun kita diberi cobaan seberat apapun, sesulit apapun kita masih diberi kesempatan untuk hidup, dan kita harus berpikiran positif dengan memikirkan “Alhamdulillah ALLAH member kita cobaan seperti ini berarti kita diakui adanya”.
Toh nyatanya dalam kehidupan sehari hari ataupun kegiatan apa saja, yang sangat kenal dan dekat dengan seorang atasan pasti menguji kita dan dilihat berapa besar pengabdiannya pada atasan tersebut.
 Saya pernah mencoba ketika melaksanakan solat,
Ketika perasaan dan pikiran tidak menyatu, makna dari solat itu tidak pernah merasa nikmat. Tetapi ketika di satu padukan maka serasa nikmat sekali solat itu.
Aku pikir semua orang yang belum tahu tentang itu ataupun hanya sekedar melaksnakan solat saja tanpa ada ingin rasa nikmat maka kalian bisa coba dengan metodeku.
Begitu juga ketika kita sedang makan, minum, ngobrol, ketika hati dan pikiran tidak menyatu, kita tidak akan mendapat yang namanya kepuasan batin.
Itu saja ilmu berdasarkan pengalaman yang sudah saya coba dan Alhamdulillah berhasil, meskipun saya juga kadang lupa. Tapi saya sedang proses membiasakan diri untuk tetap tenang dalam penyatuan pikiran dan perasaan.