Senin, 10 November 2014

PAHLAWAN KESIANGAN

 Awalnya, pada saat persiapan pentas Acara milangkala ( perayaan ulang tahun teater tang tilu) di kampusku yang ke 26 tepatnya pkl 18.00 kita, baik panitia maupun anggota yang akan menampilkan berbagai kegiatan diantaranya bacak sajak,
tari, drama, music dll. Dalam detik- detik terakhir acara tersebut semua anggota dan panitia sedang serius mempersiapkan segala sesuatunya karena pentas akan dimulai dan dilaksanakan pkl 19.00.
Saat itu aku pulang solat magrib dari mesjid, aku cepat- cepat menuju lokasi pentas tersebut untuk mempersiapkan segala sesuatunya, karena dalam pentas tersebut aku ikut berpartisipasi mengikutinya, dengan membaca sajak dan ikut menampilkan teatrikal puisi.
Akupun sampai dilokasi tersebut dan menyapa teman- teman yang sudah menungguku untuk latihan terakhir, tiba- tiba ada seorang senior anggota teater tangtu tilu yang bertanya,
“ bisa pake motor gak” tanya laki laki senior itu, 
Saya jawab “ bisa ka, emang ada apa”, perasanku mengatakan palingan  kaka itu menyuruhku untuk membeli air gelas mineral,
“ tolong anterin teteh ini ya ke kosannya ya, kaka lagi sibuk disini” jawab kaka laki- laki itu sambil menunjuk teteh yang memakali kaos teater, “ini kunci motornya, dan kendaraanya motor bebek berwarna merah”, tambah kaka senior tersebut.
”Oke ka” balas saya pada kaka itu.
“Ayo teh” kata saya pada teteh itu,
“Ya ayo de biar cepet ” jawab teteh tersebut dengan senyuman lembut.
Kamipun menuju motor bebek tersebut sambil berbincang- bincang. Aku kenalan dulu sama wanita itu dan sebut saja namanya Lasmi,
Aku baru pertama kali bawa perempuan di areal kampus pake motor, rasanya itu biasa aja Cuma yang bikin degdegan pas di liatin sama orang lain terasa giiiimaaaana gitu, padahal orang lain yang diboncengnya bukan pacarku.
                Sesampainya di lokasi kosan  tepatnya di perum yang dekat dengan Fakultas Ekonomi aku menunggu di depannya saja karena malu didalamnya cewe semua, Lasmipun turun dan menuju kosan tersebut. Tidak lama kemudian Lasmi keluar lagi dan kirain mau langsung berangkat ke kampus lagi, eeeeeehh ternyata aku di paksa masuk kedalam rumah tersebut.
Lasmi “ Ayo de, cepet masuk dulu, teteh mau mandi dulu”
“Ga mau the malu, itukan cewe semua di dalamnya” Jawab aku sambil menolak.
“Gak akan di gigit ini koo sama teteh juga” balas Lasmi,
 Ya akupun menuruti saja Lasmi dan akupun di persilahkan duduk di kursi dan di kasih air dan roti.
                Saya berbincang bincang dulu dengan Lasmi, aku baru tau kalau daerah tempat tinggal aslinya itu dekat dengan rumahku hanya berbeda kecamatan doang, Lasmi daerahnya di Sadewata sedangkan aku di Panjalu.
Lasmi ternyata sudah tingkat 4 Prodi Sejarah, aku kira sama denganku tingkat 1 karena wajahnya masih unyu unyu, hhhhee. ketika asyik berbincang Lasmi meminta ijin dahulu untuk istirahat sebelum mandi,
 “de, teteh istirahat dulu ya sebelum mandi” kata Lasmi tersebut,
“ ia sok teh kalem aja” jawabku, meskipun aku aga gelisah karena melihat jam udah pkl 18.30 dan aku sebentar lagi akan pentas.
                Sambil beristirahat Lasmi memperkenalkan cewe yang ada dirumah itu, eh ternyata itu kosan adikya sebut saja namanya Aisah, Aisah sudah tingkat 3 Prodi Sejarah sama dengan kakanya.
 Dan yang paling mencengangkan adalah Lasmi itu kos bukan di perum sana, melainkan di kompleks asrama biru dekat kos dengaku, karena aku kos di komplek kosan cewe siihh< aahhhhhaa, aku baru tau ternyata banyak senior anggota teater t3 yang kos disana.
                Lasmipun menuju ke wc untuk mandi, akupun jadi gelisah karena cewe mandi pasti lama sedangkan waktu sudah menunjukan pkl 18.45,  
                Tapi Alhamdulillah Lasmi mandinya agak cepat dan menghapus sedikit rasa gelisahku, dan saya lihat Lasmi langsung menuju ke kamar tidur untuk ganti pakain,    naaaaaahhh yang bikin saya terkesan ketika mengantarkan teteh itu, pas momen Lasmi sedang ganti pakaian, kenapa ? karena di kamar Aisah (adiknya Lasmi)  ada hamsternya. Entah ada angin apa yang menyebabkan hamster itu keluar dari sangkarnya, tapi dalam hatiku “ Alhamdulillah ALLAH memberikan kesempatan untukku biar jadi pahlawan kesiangan. Ahhhhhaaaa.
                Sontak Lasmipun menjerit “de, adeee, ini hamsternya keluar tolong dimasukiiiiiiin ke kandangnya”, Aisyahpun masuk kedalam kamarnya, ehh ternyata Aisyah penakut padahal dia yang punya hamsternya.
Lasmipun menyuruh aku untuk memasukan hamster itu ke sangkarnya, aku malu soalnya Lasmi masih memakai sehelai handuk dengan wajah ketakutan karena hamsternnya. Pas aku ambil hamster itu untuk dimasukan kesangkarnya, tanganku terasa geli.  
 Lasmipun mengucapkan “terimakasih ya dede” , sambil tersenyum.
“sama sama teteh” jawabku,
Dari sanalah aku berpikir kalo aku serasa pahlawan kesiangan, ahhhhhha. Dan mungkin do’aku tadi terkabul.
Waktu pun berlalu dan sudah menunjukan pkl 19.00, Lasmipun sudah siap dan pakaiannya sudah rapih, kamipun berangkat menuju kampus, tempat pergelaran tersebut dilakanakan.