Kamis, 06 November 2014

HIDAYAH UNTUK SANTRI

  Kisah ini bermula dari pesantren yang berada di pedesaan yang megah dan pemandanagan alamnya yang masih alami.  Ada seorang santri yang tegas, bertaggung jawab tapi setiap saat dia hanya tertidur dan dimana saja
selalu tidur namun dia mempunyai kelebihan yaitu jenius otaknya atau bisa dikatakan pintar, dia bernama Anton. Anton adalah manusia yang bisa dikatakan manusia 2 tax,kenapa? karena Anton adalah seorang santri juga di sisilain sebagai siswa Madrasah Aliyah Negeri.
                Anton mempunyai banyak teman, juga  dia menjabat sebagai ketua rois atau pengurus santri atau dalam bahasa sekolahnya itu Osis di pesantren tersebut. Seperti kegiatan sehari- harinya dikala waktu pagi dia bangun lebih awal untuk membangunkan santri lain sambil berteriak tiap pagi “Bangun- bangun, sudah waktunya Tahajud, Bangun- bangun” sambil memukul pintu dan kaca asrama satu persatu “dar dar dar dar”, tujuanya agar para santri bangun dan agar bisa melaksanakan solat Tahajud bersama sekitar jam 3 pagi. Tradisi psantren itu memang begitu jam 3 harus bangun untuk memdekatkan diri pada ALLAH.
Namun anton masih melihat santri yang masih tertidur, dia adalah kiki, antonpun cepat- cepat mengambil air satu ember ke wc mesjid sambil berkata dengan kesal “awas ya aku ambil air, akan ku siram kamu biar bangun” Karena mungkin masih ngantuk masih saja ada orang pagi- pagi gini ngeselin.
Namun Kiki berusaha untuk ngumpet dengan masuk lemari pakaian yang ukurannya agak besar sambil berkata dalam hatinya “ahh mati aku kalau aku ketahuan masih tidur, tapi kalau aku ketahuan ngumpet di lemari ini bisa tambah panjang masalahnya, bisa jadi aku di laporkan ke Kyai”.
Antonpun datang sambil raut mukanya teler karena ngantuk berat di tambah lagi ada perasaan kesal pada rekannya yang tidak mau bangun. Namun ketika sampai di kamar Kiki dia bingung “ kok kemana ya ini orang padahal perasaan aku belum melihat dia keluar dan masuk ke wc mesjid padahal aku tadi ambil air ke wc mesjid”.
Ya Antonpun memeriksa kekamar lain dan mengecek santri lain, takut masih ada yang yang tertidur. Pas Anton melewati kamar Kiki lagi dan mendengar suara dengkuran yang agak keras di kamar tersebut namun anton tak melihat ada orang.
Namun Anton mencurigai kalau Kiki itu masih belum bangun dan kemungkinan ngumpet di dalam lemari yang ukurannya agak besar. Dan perasaan curiga itu terbukti pada saat Anton memukul mukul lemari satu persatu  “dor dor dor dor dor sor” dalam kamar itu sehingga menimbulkan suara yang agak bising.
“ Heh yang lagi mendengkur cepat keluar dari lemari” kata Anton, Kikipun akhirnya keluar dan langsung berkata  “maaf yang mang, jangan laporkan ke pa kyai, tolong mang jangan laporkan ya” sambil memelas dengan rasa khawatir.
Anton merasa kasihan karena dia juga pernah mengalami seperti itu, maklum santri baru. Anton berkata” oke aku maafin dan tidak akan aku laporkan ke pak kyai, cepat ke mesjid karena teman- teman yang lain sudah dari tadi di sana dan juga lain kali jangan diulangi”.
Anton bergegas untuk pergi kemesjid dan membawa buku pelajaran, ketika dia sudah di mesjid dan selesai solat tahujudnya, Anton duduk sambil tertidur di barisan paling belakang dikala santri yang lain melakukan tadarusan juga membaca buku pelajaran sekolah di barisan depan Anton.
                Menjelang solat subuh tiba Pa kyai selalu mengetes pelajaran yang sedang di pahami oleh para  santrinya itu dengan secara bergiliran.
                “ seperti biasa 15 menit sebelum waktu subuh tiba kita akan melakukan tes pemahaman pelajaran, dan sekarang giliran soleh, oman, dan Anton. Cepat maju kedepan yang tadi di panggil” ujar pa kyai tegas.
                Anton kemana Anton, “dasar tukang tidur” kata pa Kyai sambil tertawa dan bercanda. Ternyata Anton sedang tidur di barisan paling belakang dan di bangunkan oleh temanya “mang Anton bangun, pa Kyai memanggil mang Anton” langsung saja Anton maju ke depan untuk menerima pengetesan dari pa Kyai, Anton dengan lantang menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan oleh pa Kyai.  
                Pa Kyai merasa aneh dan berkata dalam hatinya “anak ini tukang tidur saat waktu belajar, waktu bekerja, tapi kerjaannya selalu beres, buku dan alkitabpun selalu terjawab dengan baik dan benar dikala dites”. “Inilah hikmah dari nyantri, meskipun teman kita Anton ini tukang tidur, tapi mungkin hanya matanya saja yang terpejam sedangkan hatinya tetap connect pada sang maha pencipta”, kata pa kyai pada seluruh santrinya.
                Waktu Adzan berkumandang dan seluruh santri melakukan solat subuh berjamaah dan dilanjut pengajian subuh sampai pada pkl 06.30 pengajian selesai, namun Anton tetap dalam posisi duduk sambil mata terpejam. Santri lain sudah pada bubar, akhirnya  anton di bangunkan oleh sahabatnya oman dan bergegas ke asrama untuk persiapan sekolah.
                Sambil mandi bersama, Oman bertanya pada Anton dan terjadilah  perbincangan,
“ Ton, kamu kok selalu tidur, apa enak tidur terus?”  tanya sahabatnya Oman,
Jawab Anton, ”ngga tau nih man, bawaanya pengen tidur terus, ya namanya juga tidur pasti enaklah”
“tapi kok setiap ilmu yang pa kyai tanyakan selalu terjawab terus” tanya Oman dengan agak serius,
Anton menjawab dengan santai ”ya itu mungkin hidayah dari ALLAH, seperti yang tadi di katakan pa Kyai , makanya lakukanlah apa yang  pa Kyai perintahkan. Karena guru itu mengajarkan karena ALLAH” sambil menggosok badannya dengan sabun.
“ ooo begitu, okey deh” jawab Anton.
                Persiapan sekolah sudah selesai mulai dari mandi ,makan pagi, pakaian sudah rapih dan buku pelajaran telah di tas. Semua santri tersebut berbodong  bonding berangkat bersama menju kesekolah ada yang ke Mts dan ada juga yang ke MAN.
                Anton sekarang dududk di kelas XII IPA dan dia termasuk siswa yang berprestasi namun kebiasaan tidurnya di sekolahpun tak bisa di hilangkan. Setelah sampai di kelas Anton dan Oman duduk bersama dan sambil menunggu guru datang mereka membuka Al- Qur’an untuk melanjutkan tadarusanya.
                Guru mata pelajaran biologipun datang, mereka menutup al- Qur’an dan membuka buku mata pelajarannya.
“ selamat pagi anak- anak, kita buka halaman 30 tentang ruang lingkup tumbuhan” ujar guru tersebut pada muridnya. Namun selang beberapa menit siswa lain memperhatikan dengan efektip pada guru di depan, ehh Anton malah tidur di bangku sampai mengeluarkan air liurnya dan membasahi buku pelajarannya. Siswa lain menertawakan Anton “ ahhhha, liat deh itu si Anton mengeluarkan air liurnya”  sambil berbisik ke teman yang lain, sampai akhir jam mata peajaran tersebut  Anton di bangunkan oleh sang guru Bidang tersebut sambil mengetes apa yang di sampaikan oleh guru tersebut pada siswa lain, namun Antonlah yang sigap dengan mengacungkan tangan sambil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh oleh guru Biologi itu. Hampir semua guru merasa aneh tetapi kagum dengan sesosok siswa tersebut,kenapa? karena baru pertama kali disekolah itu ada siswa semacam itu.
                Namun Anton tak sampai sombong karena memiliki kelebihan tersebut tetapi ia selalu bersyukur pada sang maha pencipta dan selalu berusaha mendekatkan diri pada ALLAH swt.



KARYA: Nendi_