Minggu, 19 Oktober 2014

PENGALAMAN MASUK SASTRA INDONESIA

Assalamualaikum wr. Wb
saya mahasiswa tingkat 1 diksatrasia ( pendidikan bahasa dan sastra indonesia ) dengan organisasi teater pijar, tetater tangtu tilu, crew tabloid lingusitik, saya mahasiswa angkatan 2014- 2015. 
       Alhamdulillah dari kebimbangan yang saya rasakan setelah lulus dari SMA berubah jadi keyakinan yang sangat yakin seyakin yakinnya. Kenapa.?
karena ketika saya ingin masuk di perguruan tinggi negeri yang di idamkan pada saat itu yang lokasinya di bandung, akhirnya saya berangkat ke bandung untuk
mengikuti seleksi dengan jalur jalur mandiri yang di ikuti hampir 6ribu lebih dan hanya di ambil 1ribu orang dan saya mengambil jurusan informatika yang saya senangi . namun soal yang saya kerjakan itu sangatlah banyak dan akhirnya saya optimis lulus seleksi itu sampai 1 hari sebelum pengumuman.
Setelah jatuh pada hari H pengumuman seleksi itu dan saya berdo’a supaya lulus dengan optimis, tapi pada saat membuka pengumuman dengan online, sedih tak terbendung dengan membaca kata “ maaf anda gagal”.
       dengan pengumuman itulah saya jadi pesimis untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tapi Alhamdulillah berkat ridha dari ALLAH datanglah paman saya yang member saran agar masuk perguruan tinggi swasta di daerahku dengan menyarankan masuk prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Saya menurut saja karena perasaan kecewa berat tetap ada dan masih membekas sampai sekarang.
Awalnya saya gengsi dan juga saya pesimis masuk universitas itu dan masuk prodi sastra Indonesia, kenapa ga yang lain..? akhirnya setelah saya tahu dan mengikuti setiap arahan dosen yang mengajar, saya jadi tahu bahwa masuk sastra Indonesia yaitu kita bisa mengganti pran satrwan- sastrwan tua yang kini telah hampir menyurut, juga kita bisa menggali potensi berbicara, menyimak, mengarang  buku, menulis buku, membaca puisi, menjadi wartawan handal, dll.
         Saya sekarang sadar bahwa takdir seseorang bukan ditentukan dari berapa yakin kita bisa, tetapi di tentukan seberapa besar kita mengingat tuhan kita dan seberapa besar pengabdian pada- Nya.