Rabu, 23 Juli 2014

Bersemangat dan optimis ketika tidak diterima kuliah

        Pada 15 juni 2014 saya daptar ke salah satu universitas yang mungkin saya tempatkan pada salah satu universitas favorit saya, ketika menunggu
pada saat tes tulis, saya berjuang keras mengumpulkan uang demi pendaftaran untuk masuk ke universitas tersebut disamping saya mempersiapkan ilmu untuk mengikuti tes tulis. Saya sudah lama menanti tes di universitas itu dari sejak SMA.
     Saat- saat yang di tunggupun tiba, tepatnya pada 8 juni 2014, saya pergi ke universitas yang mana jumlah yang mengikuti tes tulis tersebut dengan peserta 6ribu lebih dan hanya di pilih sekitar 2ribu. Hati saya ketika mendengar peserta sebanyak itu agak sedikit pesimis karena study yang saya pilih termasuk study favorit.
     Alhasil tespun usai saya menunggu sampai pengumuman hasil tes tulis tersebut pada 23 juli 2014, hati saya degdegan karena mungkin ini lompatan pertama saya dari sma ke universitas, namun sayang pengumuman itu tidak sejalan dengan keinginan yang saya pikirkan dan saya inginkan. 
     Mungkin saya harus optimis dan harus mengejar cita- citaku dengan memilih universitas yang lain, karena universitasya yang saya pilih itu gagal.
     Bagi teman- teman seperjuangan  ketika ingin melanjutkan perkuliahan sebaiknya di siapakan dari sejak SMA, karena saya aga menyesal tidak mempersiapkan dengan full.
      Sekian dulu cerita pengalaman dari saya.