Minggu, 28 Februari 2016

TAK SAMPAI HATI



Saya rasa ketidak tau maluan menjunjung pada kehidupan di masa yang akan datang. Pengalaman saya ketika saya menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Progragram Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mempunyai anggota yang entah itu kesal atau sebal pada saya.

Awalnya pada agenda rapat untuk membahas dan menyapakati tentang masalah kurban, dalam rapat tersebut beradu argument antrara hewan Qurban yang akan disembelih itu akan memakai atas nama siapa? Apakah atas nama ketua hima ataukah di undi.
Ada yang mengatakan bahwa kita itu harus demokratis dan di undi. Agar semua kesempatan anggota bisa mendapatkannya.
Tapi ada juga yang bersuara bahwa apabila atas nama yang berqurban itu adalah saya sendiri sebagai ketua hima.
Disana timbulah konflik yang berkepanjangan, karena saya gerah dengan konflik tersebut saya langsung mempoting saja setelah kedua belah pihak beradu argument .
Memang argument itu harus dapat mempengaruhi audiens agar  bisa ikut berpartisipasi dengan apa yang kita inginkan.
Terbukti anggota saya yang argumennya sangat baik serta serius dalam menyampaikannya, mendapatkan dukungan dari teman teman yang lain. Sampai akhir rapat ditandai dengan kumandang adzan magrib.
Entah masih mempunyai unek unek atau tidak, itu terbukti saat aku selesai solat magrib, saya di introgasi dan di pojokan diruang bem fkip.
Saya tau maksudnya apa, tapi saya merasa tak enak hati bila harus di adu dombakan. Oke saya trima dan saya berempug kembali dengan senior senior saya untuk mendiskusikan hasil kali ini. 
Dan saya menyampaikan unek unek saya terkait apa yang telah terjadi, dan mereka member saya jalan keluar untuk permaslahan ini.
Saya mempunyai prinsip orang yang kembali ke naungan organisasi yang telah menampungnya kemudian berkhianat sepertin sampah yang telah di grogoti blatung.
Dan terbukti, orang yang telah menggunjang ganjing masalah internal organisasi yang saya pimpin kini kembali lagi menginap di sekre hmp kami setelah kejadian itu beberapa bulan lalu.
Tanpa ada alasan yang jelas langsung meminta konci, aku tak sampai hati.
Bedebah orang yang seperti itu bagi saya.
Naahh guys itulah ketika saya sedang marah. Tidak langsung lewat mulut tetapi saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Semoga unek unek yang saya tuangkan kali ini berguna bagi kalian dan ambilah nilai yang baiknya. Karena saya menulis untuk bersenang-   senang serta mengungkapkan keluh kesah.